Eco Town at Sawangan

KPR Rumah: Pengertian, Syarat, dan Simulasi Perhitungannya

kpr rumah

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk dapat membeli rumah impian adalah dengan menggunakan KPR. KPR Rumah merupakan salah satu sistem cicilan atau angsuran yang bisa Anda gunakan untuk membeli rumah.

 

Perlu diketahui, sebagian besar proses pembelian rumah di Indonesia dilakukan dengan menggunakan sistem KPR rumah. Bagi Anda yang tertarik memakai KPR untuk membeli rumah, simak artikel ini sampai habis.

 

Apa itu KPR Rumah?

 

Apa itu KPR Rumah

 

Kredit Pemilikan Rumah atau sering disebut sebagai KPR adalah salah satu jenis cicilan untuk membeli rumah yang pada umumnya memiliki jangka waktu relatif panjang. KPR bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin memiliki rumah, tapi tidak mampu untuk membelinya secara tunai. Dengan KPR rumah, Anda bisa membayarnya dengan cara dicicil dalam jangka waktu yang lama.

 

Pada umumnya, pihak developer juga menyediakan sistem cicilan untuk membeli rumah yang mereka tawarkan. Namun, nominal cicilannya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan KPR. Maka dari itu, orang-orang lebih tertarik untuk menggunakan KPR daripada sistem kredit yang ditawarkan pihak developer.

 

Syarat KPR Rumah

Perlu diketahui, ada dua jenis KPR rumah yang berlaku di Indonesia, yakni KPR subsidi dan non subsidi. Berikut merupakan penjelasan dari masing-masing jenis KPR di Indonesia beserta persyaratannya.

 

1. KPR Subsidi

KPR subsidi merupakan jenis KPR yang memiliki suku bunga dan uang muka lebih rendah karena mendapatkan bantuan dari pemerintah. Pada umumnya, KPR subsidi ditujukan pada masyarakat yang memiliki penghasilan pas-pasan agar mereka tetap memiliki hunian yang layak. Adapun persyaratan untuk KPR subsidi adalah sebagai berikut.

 

  • Tinggal di Indonesia dan merupakan seorang WNI.
  • Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
  • Telah bekerja atau memiliki usaha selama minimal 1 tahun.
  • Belum pernah memiliki rumah pribadi sebelumnya.
  • Tidak termasuk penerima subsidi kepemilikan rumah dari pemerintah sebelumnya.
  • Memiliki penghasilan maksimal Rp4.000.000 untuk rumah tapak.
  • Memiliki penghasilan maksimal Rp7.000.000 untuk rumah susun.
  • Memiliki NPWP dan PPH.
  • Usia kredit lunas 60 tahun untuk karyawan.
  • Usia kredit lunas 65 tahun untuk tenaga profesional.

 

Baca juga: Properti Komersial: Contoh, Manfaat, dan Tips Membelinya

 

2. KPR Non Subsidi

KPR non subsidi merupakan KPR yang tidak mendapat bantuan pemerintah. KPR jenis ini diberikan pada masyarakat umum yang tidak kekurangan. Adapun syarat-syarat KPR non subsidi adalah sebagai berikut.

 

  • Tinggal di Indonesia dan merupakan WNI.
  • Berusia minimal 18 tahun atau sudah menikah.
  • Merupakan seorang karyawan, pengusaha, atau tenaga profesional.
  • Pengalaman kerja 1 tahun dengan masa kerja minimal 2 tahun untuk karyawan.
  • Bekerja di satu bidang pekerjaan selama minimal 2 tahun untuk pengusaha dan tenaga profesional.
  • Usia kredit lunas 55 tahun untuk karyawan.
  • Usia kredit lunas 65 tahun untuk pengusaha atau tenaga profesional.

 

Untuk cara mengajukan KPR rumah, Anda tinggal melengkapi persyaratan tersebut dan melakukan pengajuan ke bank. Pada umumnya, Anda akan dibantu pihak developer pada saat proses pengajuan ke bank.

 

Simulasi KPR Rumah

 

Simulasi KPR Rumah

 

Perlu diketahui, masing-masing bank akan menawarkan beberapa skema KPR rumah dengan bunga berbeda-beda yang bisa Anda pilih. Meski terdapat skema yang berbeda-beda, pada dasarnya rumus perhitungan yang digunakan tetap sama. Adapun rumus perhitungan KPR rumah adalah sebagai berikut:

 

Uang Muka = Harga Rumah x persentase uang muka

Cicilan Pokok = (Harga Rumah – Uang Muka)/Tenor dalam Bulan

Cicilan Bunga Per Bulan = (Harga Rumah – Uang Muka) x Bunga x Tenor dalam tahun/Tenor dalam bulan

Total cicilan KPR per bulan = Cicilan Pokok +Cicilan Bunga Per Bulan

 

Berikut merupakan jenis-jenis KPR rumah beserta simulasi perhitungannya yang perlu Anda ketahui.

 

1. Fixed Rate

Merupakan jenis KPR rumah yang menawarkan bunga tetap mulai dari awal cicilan sampai akhir cicilan. Berikut merupakan simulasi perhitungan KPR fixed rate.

 

Diketahui, sebuah rumah memiliki harga Rp300.000.000 dan akan dibeli secara KPR dengan DP 20%. KPR akan dicicil selama 25 tahun dengan fixed rate sebesar 5%. Berikut merupakan perhitungan cicilan KPR rumah perbulannya.

 

Uang Muka = Rp300.000.000 x 20%

Uang Muka = Rp60.000.000

 

Cicilan Pokok = (Rp300.000.000 – Rp60.000.000)/300

Cicilan Pokok = Rp240.000.000/300

Cicilan Pokok = Rp800.000

 

Cicilan Bunga Per Bulan = (Rp300.000.000 – Rp60.000.000) x 5% x 25/300

Cicilan Bunga Per Bulan = Rp240.000.000 x 5% x 25/300

Cicilan Bunga Per Bulan = Rp1.000.000

 

Total Cicilan KPR Per Bulan = Rp800.000 + Rp1.000.000

Total Cicilan KPR Per Bulan = Rp1.800.000

 

Jadi, total cicilan KPR per bulan yang perlu dibayarkan adalah senilai Rp1.800.000.

 

2. Floating Rate

KPR rumah floating rate memiliki bunga yang nilainya berbeda-beda setiap periode waktunya, tergantung suku bunga pasar. Jadi, apabila suku bunga pasar turun, maka bunga cicilan Anda juga akan menurun dan begitu pula sebaliknya. Berikut merupakan simulasi perhitungan KPR floating rate.

 

Diketahui, sebuah rumah memiliki harga Rp300.000.000 dan akan dibeli secara KPR dengan DP 20%. KPR akan dicicil selama 25 tahun dengan floating rate sebesar 5% pada bulan pertama lalu mengalami kenaikan sampai angka 7% pada bulan selanjutnya. Berikut merupakan perhitungan cicilan KPR rumah perbulannya.

 

Uang Muka = Rp300.000.000 x 20%

Uang Muka = Rp60.000.000

 

Cicilan Pokok = (Rp300.000.000 – Rp60.000.000)/300

Cicilan Pokok = Rp240.000.000/300

Cicilan Pokok = Rp800.000

 

Cicilan Bunga Per Bulan (bulan pertama) = (Rp300.000.000 – Rp60.000.000) x 5% x 25/300

Cicilan Bunga Per Bulan (bulan pertama) = Rp240.000.000 x 5% x 25/300

Cicilan Bunga Per Bulan (bulan pertama) = Rp1.000.000

 

Cicilan Bunga Per Bulan (bulan kedua) = (Rp300.000.000 – Rp60.000.000) x 7% x 25/300

Cicilan Bunga Per Bulan (bulan kedua) = Rp240.000.000 x 7% x 25/300

Cicilan Bunga Per Bulan (bulan kedua) = Rp1.400.000

 

Total Cicilan KPR Per Bulan (bulan pertama) = Rp800.000 + Rp1.000.000

Total Cicilan KPR Per Bulan (bulan pertama) = Rp1.800.000

 

Total Cicilan KPR Per Bulan (bulan kedua) = Rp800.000 + Rp1.400.000

Total Cicilan KPR Per Bulan (bulan kedua) = Rp2.200.000

 

Jadi, total cicilan KPR per bulan yang perlu dibayarkan adalah senilai Rp1.800.000 untuk bulan pertama dan Rp2.200.000 untuk bulan kedua.

 

3. Capped Rate

Pada dasarnya, capped rate sama seperti floating rate. Hanya saja, pihak bank akan memberi batasan pada bunga tersebut. Jadi semisal, pihak bank memberikan batasan 5%-7%. Jika suku bunga pasar naik sampai 10%, maka bunga yang harus Anda bayar hanya 7% saja, sesuai dengan batas yang diberikan bank. Adapun simulasi perhitungan KPR rumah capped rate adalah sebagai berikut.

 

Diketahui, sebuah rumah memiliki harga Rp300.000.000 dan akan dibeli secara KPR dengan DP 20%. KPR akan dicicil selama 25 tahun dengan capped rate sebesar 5%-7%. Pada bulan pertama, suku bunga pasar berada pada angka 10%..

 

Uang Muka = Rp300.000.000 x 20%

Uang Muka = Rp60.000.000

 

Cicilan Pokok = (Rp300.000.000 – Rp60.000.000)/300

Cicilan Pokok = Rp240.000.000/300

Cicilan Pokok = Rp800.000

 

Cicilan Bunga Per Bulan = (Rp300.000.000 – Rp60.000.000) x 7% x 25/300

Cicilan Bunga Per Bulan = Rp240.000.000 x 7% x 25/300

Cicilan Bunga Per Bulan = Rp1.400.000

 

Total Cicilan KPR Per Bulan = Rp800.000 + Rp1.400.000

Total Cicilan KPR Per Bulan = Rp2.200.000

 

Jadi, total cicilan KPR untuk bulan pertama adalah senilai Rp2.200.000.

 

Baca juga: Rincian Biaya Jual Beli Rumah yang Perlu Anda Ketahui

 

4. Hybrid

Jenis ini merupakan gabungan dari beberapa jenis KPR rumah sebelumnya. Cara kerja dari jenis KPR rumah ini adalah dengan membagi tenor yang diajukan menjadi beberapa periode dengan penggunaan jenis suku bunga yang berbeda-beda. Berikut merupakan contoh cara kerja KPR rumah hybrid.

 

Diketahui, masa tenor KPR yang diajukan adalah selama 15 tahun. Skema KPR hybrid yang ditawarkan bank adalah sebagai berikut.

 

  • 5 tahun pertama akan menggunakan fixed rate senilai 5%.
  • 5 tahun berikutnya akan menggunakan capped rate 5%-7%.
  • 5 tahun sisanya akan menggunakan floating rate.

 

Untuk cara perhitungannya sendiri, Anda bisa mengikuti beberapa contoh sebelumnya.

 

Itulah beberapa informasi mengenai KPR rumah yang perlu Anda ketahui. Dengan menggunakan KPR, impian Anda untuk memiliki rumah yang elegan bisa untuk diwujudkan. Meski begitu, Anda harus melakukan persiapan yang matang serta mempertimbangkan banyak hal agar proses pencicilan KPR bisa berjalan dengan lancar. 

 

Bagi Anda yang ingin memiliki rumah dengan desain elegan, Hannam di Eco Town Sawangan bisa menjadi pilihan Anda. Hannam di Eco Town Sawangan menawarkan hunian berdesain elegan dengan luas 144 m2 yang terdiri dari 3 lantai. Hunian tersebut dilengkapi dengan 5 kamar tidur, 6 kamar mandi, serta 2 lot parkir mobil. 

 

Jadi tunggu apalagi? Ayo booking sekarang juga untuk mendapatkan hunian elegan dari Eco Town. Hubungi kami atau kunjungi show unit di Jl.Raya Bojongsari No.18, Bojongsari Lama, Kec. Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.

 

Baca juga: Rumah Indent: Keuntungan, Kerugian, dan Tips Memilihnya