Eco Town at Sawangan

HGB (Hak Guna Bangunan): Masa Berlaku & Biaya Perpanjangan

Selain mengetahui rincian jual beli rumah, ketika akan membeli bangunan, Anda juga perlu memahami mengenai Hak Guna Bangunan (HGB). HGB adalah salah satu hak atas tanah yang penting bagi setiap individu maupun badan usaha ketika akan membangun atau memiliki bangunan di atas tanah negara serta tanah hak pengelolaan. Dalam hal ini, HGB memberikan kepastian hukum bagi pemegangnya selama jangka waktu tertentu. 

 

Artikel ini akan membahas mengenai HGB, mulai dari pengertian, masa berlaku, hingga biaya perpanjangan. Untuk itu, simak ulasan lengkap di bawah ini. 

 

Apa itu HGB (Hak Guna Bangunan)?

 

Apa itu HGB

 

HGB adalah hak yang diberikan kepada seseorang untuk mendirikan dan memiliki bangunan di atas tanah yang bukan miliknya sendiri. Hal ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) pasal 35 ayat (1) dan diperkuat dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Atas Tanah. 

 

Peraturan tersebut kemudian direvisi kembali dengan PP No. 18 Tahun 2021 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Atas Tanah. Perlu diketahui, pemegang HGB berhak menggunakan bangunan di atas tanah tersebut selama jangka waktu maksimal 80 tahun. 

 

Hal ini dikarenakan jangka waktu awal HGB adalah 30 tahun yang mana hal tersebut dapat diperpanjang selama maksimal 20 tahun sehingga totalnya menjadi 50 tahun. Penting untuk diingat, bahwa sebelum 50 tahun berakhir pemegang HGB dapat memperbaharuinya lagi untuk 30 tahun berikutnya.

 

Sementara itu, HGB dapat dipindahtangankan kepada pihak lain selama masih dalam jangka waktu berlaku. Oleh karena itu, bukti kepemilikan HGB yaitu Sertifikat Hak Guna Bangunan atau SHGB penting disimpan dengan baik oleh pemilik bangunan meskipun tanpa memiliki tanahnya.

 

Masa Berlaku HGB

Mengetahui masa berlaku HGB adalah hal penting lain yang perlu Anda pahami. Perlu diketahui, jangka waktu HGB berbeda-beda tergantung pada jenis tanah di atasnya. Adapun masa berlakunya HGB adalah sebagai berikut:

 

1. Tanah Negara dan Tanah Hak Pengelolaan

Apabila HGB berjenis tanah negara dan tanah hak pengelolaan, maka jangka waktu awal kepemilikan HGB adalah 30 tahun. Kemudian, Anda sebagai pemilik dapat melakukan perpanjangan untuk 20 tahun ke depan. 

 

Selanjutnya, apabila Anda menginginkan pembaruan, maka jangka waktu kepemilikan bertambah 30 tahun. Dalam hal ini, total kepemilikan HGB tanah negara dan tanah hak pengelolaan adalah 80 tahun. 

 

Baca juga: 8 Fasilitas Perumahan yang Wajib Dipertimbangkan Pembeli

 

2. Tanah Hak Milik

Berbeda dengan jenis tanah negara dan hak pengelolaan, HGB ini memiliki jangka waktu kepemilikan awal selama 30 tahun. Sementara itu, apabila Anda ingin melakukan pembaruan, maka hal tersebut dapat diperpanjang menggunakan akta pemberian HGB di atas hak milik. 

 

Sebagai catatan, jika jangka waktu pemberian, pembaruan, dan perpanjangan HGB berakhir, tanah tersebut akan kembali dikuasai langsung oleh negara. Kemudian, permohonan perpanjangan jangka waktu HGB bisa diajukan kembali setelah tanah digunakan atau sebelum jangka waktu berakhir. 

 

Selain itu, ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi jangka waktu HGB, seperti jenis bangunan yang didirikan di atas tanah, rencana tata ruang wilayah, dan kepentingan umum. Oleh karena itu, penting untuk selalu berkonsultasi dengan instansi terkait sebelum mengajukan permohonan HGB atau melakukan perpanjangan maupun pembaharuan HGB.

 

Syarat Perpanjangan HGB

Melakukan perpanjangan HGB dapat dilakukan dengan mendatangi Badan Pertanahan Nasional atau BPN setempat. Meski begitu, di beberapa daerah seperti Jakarta Timur, perpanjangan HGB sudah bisa dilakukan secara online

 

Sama seperti perpanjangan surat penting lainnya, ada beberapa syarat baik administrasi maupun kualifikasi yang perlu Anda penuhi. Adapun syarat perpanjangan HGB adalah sebagai berikut:

 

1. Syarat Administrasi

Syarat administrasi yang perlu lakukan untuk memindahkan HGB adalah sebagai berikut:

 

  • Datang ke loket pelayanan BPN dan isi formulir permohonan yang disediakan.
  • Jika diwakilkan, bawalah surat kuasa yang ditandatangani di atas materai.
  • Serahkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) Anda.
  • Serahkan fotokopi akta pendirian dan pengesahan badan hukum yang sudah dicocokan dengan dokumen aslinya (jika Anda mewakili suatu badan hukum).
  • Tunjukkan sertifikat asli tanah atau bangunan yang ingin dipindahkan haknya.
  • Jika dalam sertifikat atau keputusannya terdapat tanda tangan yang menyatakan bahwa hak tersebut hanya boleh dipindahtangankan apabila sudah memperoleh izin dari instansi berwenang, untuk itu bawalah izin pemindahan hak tersebut.
  • Serahkan fotokopi Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket.
  • Tunjukkan bukti Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (SSB).
  • Bayar uang pemasukan (pada saat pendaftaran hak).

 

2. Syarat Kualifikasi 

Adapun syarat kualifikasi perpanjangan HGB adalah sebagai berikut: 

  • Tanah harus digunakan dengan baik dan sesuai dengan tujuan pemberian haknya.
  • Pemegang hak harus memenuhi semua syarat dan ketentuan yang berlaku.
  • Pemegang hak harus dalam keadaan memenuhi syarat sebagai pemegang hak.
  • Tanah HGB harus sesuai dengan rencana tata ruang wilayah.
  • Penggunaan tanah harus bermanfaat bagi masyarakat luas.

 

Baca juga: Pahami Apa Risiko PPJB sebelum Melakukan Jual Beli Properti

 

Biaya Perpanjangan HGB

Biaya perpanjangan sertifikat HGB bervariasi, tergantung pada beberapa faktor, seperti lokasi, luas, nilai, dan jenis tanah. Proses pembuatan sertifikat baru pun membutuhkan waktu yang berbeda-beda, yaitu 30 hari untuk tanah dengan luas kurang dari 2.000 m², 49 hari untuk tanah seluas 2.000-150.000 m², dan 89 hari untuk tanah dengan luas lebih dari 150.000 m².

 

Perlu diingat bahwa memperpanjang HGB sebelum masa berlakunya habis sangatlah penting. Jika HGB tidak diperpanjang, tanah tersebut akan kembali menjadi milik pemerintah atau perusahaan yang bersangkutan. Oleh karena itu, penting bagi pemilik HGB untuk memahami proses dan biaya perpanjangannya agar dapat dilakukan dengan tepat waktu.

 

Dapatkan Rumah Impian Hannam di Eco Town Sawangan!

 

Demikian ulasan mengenai Hak Guna Bangunan atau HGB yang penting untuk Anda miliki. Perlu diingat, HGB adalah hak atas tanah yang memberikan izin kepada pemegangnya untuk mengelolanya dalam jangka waktu tertentu. Dengan memiliki HGB, Anda akan leluasa mempergunakan tanah untuk kebutuhan tempat tinggal maupun bisnis. 

 

Berkaitan dengan hal ini, apabila Anda berniat memiliki properti seperti rumah, ada baiknya untuk melihat HGB atas bangunan tersebut. Dalam hal ini bukan tidak mungkin bahwa Anda tertarik dengan hunian yang menawarkan lingkungan nyaman, seperti Hannam di Eco Town Sawangan. 

 

Eco Town memiliki project bernama Hannam yang mana merupakan kota impian dengan hunian premium berarsitektur elegan. Hannam di Eco Town Sawangan ini mempunyai lokasi strategis dengan banyak fasilitas menarik, seperti outdoor gym, jogging path, dan lainnya. Hal terpenting dari itu adalah bagaimana Anda bisa memiliki HGB atas hunian yang akan dimiliki di sini. 

 

Jadi, tunggu apalagi? Hubungi kami sekarang juga untuk mendapatkan hunian impian atau kunjungi show unit di Jl. Raya Bojongsari, Bojongsari Lama, Kec. Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat. 

 

Baca juga: Properti Komersial: Contoh, Manfaat, dan Tips Membelinya