Perumahan Mewah di Sawangan Depok

Berbagai Jenis Bunga KPR dan Simulasi Menghitungnya

jual beli rumah

Rumah adalah sebuah aset yang memiliki harga tinggi. Itulah mengapa banyak orang yang memilih mengajukan kredit pemilikan rumah atau KPR saat berencana untuk membelinya. Alasannya, karena dengan melakukan pengajuan KPR, maka Anda hanya perlu menyiapkan dana senilai Total Uang Muka saja untuk bisa memiliki rumah. Sementara sisanya bisa Anda bayar dengan cara diangsur. 

Namun, bagi Anda yang melakukan pengajuan KPR konvensional, maka akan diberlakukan bunga yang harus dibayarkan setiap bulannya. Berikut ini adalah pembahasan lebih lanjut mengenai bunga KPR

Apa Itu Bunga KPR?

Bunga KPR bisa diartikan sebagai pertambahan nominal atau biaya tambahan yang harus dibayarkan setiap bulannya dari nilai angsuran berdasarkan pokok pinjaman. Bunga ini hanya ada pada sistem kredit konvensional dan tidak berlaku untuk kredit syariah karena memiliki sistem perhitungan yang berbeda. 

Bunga KPR wajib Anda bayarkan setiap bulannya dan nominalnya akan secara otomatis dimasukkan ke dalam perhitungan angsuran bulanan Anda. Namun, perhitungan bunga pada setiap bank bisa saja berbeda. Besaran bunga akan dihitung berdasarkan jenis bunga yang diberlakukan dan juga besaran pokok pinjaman Anda

Baca Juga: Apa Itu KPR Syariah dan Bedanya dengan Kredit Rumah Konvensional

Jenis Bunga KPR dan Simulasi Menghitungnya

Berdasarkan cara perhitungannya, ada 3 jenis bunga KPR yang saat ini digunakan oleh bank, yaitu:

1. Bunga Tetap (Fixed Rate)

Bunga tetap adalah perhitungan suku bunga dengan persentase tetap dari awal hingga akhir kredit. Cara menghitung total angsuran dengan sistem bunga tetap cukup sederhana, yaitu hanya dengan mengalikan persentase bunga yang ditetapkan bank.

Misalnya, bank menetapkan persentase bunga sebesar 9% dan pokok pinjaman Anda adalah Rp200.000.000 dengan tenor 10 tahun, maka nilai bunga yang harus dibayarkan adalah

(200.000.000 X 9% X 10)/120 = 1.500.000

Nominal tersebut akan tetap sepanjang periode pinjaman. Secara otomatis, nilai angsuran bulanan Anda akan tetap hingga akhir tenor.

2. Bunga Mengambang (Floating Rate)

Bunga mengambang adalah perhitungan yang berbeda pada periode waktu tertentu karena mengikuti BI rate atau suku bunga acuan Bank Indonesia. Ketika BI rate turun, maka bunga yang harus Anda bayar akan lebih kecil. Namun sebaliknya, ketika BI rate naik, maka bunga yang harus dibayar juga lebih tinggi.

Bunga mengambang menggunakan dua sistem perhitungan, yaitu:

  • Skema efektif: Pokok pinjaman yang dijadikan acuan akan berubah setiap bulan karena dikurangi dengan angsuran pokok pinjaman yang telah dibayarkan sebelumnya.
  • Skema anuitas: Nilai angsuran bisa memiliki angka yang tetap tetapi sebenarnya, nilai angsuran pokok yang dikurangi bisa berubah-ubah setiap waktu tergantung pada suku bunga acuan Bank Indonesia.

Perhitungan pada bunga mengambang lebih rumit jika dibandingkan dengan bunga tetap karena acuan penentuan bunganya berubah setiap waktu. Sementara pada skema efektif, pokok pinjaman dan bunganya yang berubah-ubah.

3. Bunga Cap (Capped Rate)

Bunga cap mirip seperti bunga mengambang karena memiliki nilai yang tidak tetap. Namun, bunga cap memberikan batas maksimal kenaikan persentase bunga yang bisa diterapkan. Misalnya, batas maksimalnya adalah 10%. Ketika bunga yang menjadi acuan (biasanya BI rate) lebih dari 10%, maka bunga yang diterapkan akan tetap 10%. Namun, ketika persentasenya lebih rendah, misalnya 9%, maka yang menjadi dasar perhitungan adalah 9%.

Baca Juga: Mengenal Akad Kredit – Ini Unsur, Proses, dan Contohnya

4. Bunga Tetap Berjenjang 

Saat ini banyak bank yang menggunakan perhitungan bunga kombinasi dalam perhitungannya. Maksudnya, bank akan menerapkan bunga tetap selama 5 tahun pertama dan mengubahnya menjadi bunga mengambang atau pun bunga cap untuk sisa tenor pinjaman.

Selain bunga tetap, sistem bunga lainnya memiliki perhitungan yang lebih rumit. Untuk mendapatkan perhitungan yang lebih akurat, Anda bisa menghubungi lembaga pembiayaan agar dibuatkan simulasi berdasarkan jenis bunga yang diterapkan.

Memahami tentang berbagai jenis bunga kredit akan membantu Anda mengambil keputusan yang tepat saat memilih tawaran KPR dari lembaga pembiayaan. Misalnya, ketika Anda berencana untuk mengambil salah satu unit rumah Luxe Maison dari  Hannam, Eco Town at Sawangan. Anda mungkin akan diberikan beberapa skema perhitungan kredit dengan jenis bunga yang berbeda. Jika Anda sudah memahami setiap jenisnya, Anda bisa memilih yang lebih sesuai dengan kondisi keuangan Anda.

Luxe Maison adalah hunian mewah dengan arsitektur modern yang akan memberikan kenyamanan ekstra bagi penghuninya. Perumahan cluster ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas mewah, seperti lift untuk kemudahan akses antar lantai, serta outdoor dining table sebagai tempat Anda makan dengan santai bersama keluarga. Berbagai kelebihannya tersebut membuat unit rumah mewah ini menjadi pilihan tepat bagi Anda yang mengutamakan keindahan dan kenyamanan. Segera hubungi marketing gallery kami untuk informasi lebih lanjut.