Membangun sebuah bisnis mungkin adalah hal yang mudah. Apalagi saat ini cukup banyak bisnis dengan modal terjangkau yang bisa Anda lakukan. Namun, mempertahankan bisnis tersebut agar semakin berkembang dan mampu bersaing dengan kompetitor bukanlah hal yang mudah.
Bahkan, tidak jarang banyak pengusaha yang harus gulung tikar karena strategi bisnis yang dijalankan tidak membuatnya mampu menghadapi pesaing. Untuk mencegah kegagalan akibat kalah bersaing, banyak pengusaha yang kemudian menggunakan diversifikasi bisnis sebagai salah satu strateginya.
Pengertian Diversifikasi Bisnis
Diversifikasi bisnis adalah strategi bisnis dengan perluasan produk atau jasa yang ditawarkan oleh sebuah usaha untuk meningkatkan profit dan memperluas target pasar. Dengan menerapkan strategi ini, maka sebuah Anda bisa menawarkan lebih banyak pilihan kepada konsumen, sehingga memperkecil peluang konsumen untuk berpindah ke pesaing Anda.
Tujuan Diversifikasi Bisnis
Ada beberapa tujuan mengapa pengusaha mulai menerapkan strategi bisnis ini, yaitu:
- Memperluas target pasar
- Meningkatkan profit perusahaan
- Mengurangi biaya produksi
- Mengurangi risiko kerugian
- Mengurangi risiko akibat persaingan yang ketat
Baca Juga: Trik Marketing Word of Mouth untuk Menarik Konsumen
3 Jenis Diversifikasi Bisnis
Secara garis besar, diversifikasi bisnis dapat dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu vertikal, horizontal, dan konglomerasi. Berikut ini pembahasan lebih lanjut mengenai keduanya.
Diversifikasi Vertikal
Bisnis strategi dengan diversifikasi vertikal artinya menyediakan produk lain yang berbeda dengan produk utama, tetapi masih berkaitan. Misalnya saja pada pengusaha tahu atau tempe, kedelai merupakan salah satu bahan baku utama yang harus tersedia untuk bisa memproduksinya.
Strategi bisnis berupa diversifikasi yang bisa dilakukan adalah dengan menyediakan bahan baku secara mandiri. Misalnya dengan memiliki perkebunan kedelai sendiri, sehingga bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi tidak bergantung pada pihak lain.
Diversifikasi bisnis ini akan membuat Anda bisa mendapatkan bahan baku dengan harga murah yang akan berdampak pada menurunnya biaya produksi. Selain itu, Anda juga bisa memasarkan kedelai tersebut pada produsen olahan kedelai lainnya. Jadi, Anda bisa mendapatkan keuntungan dari berkurangnya biaya produksi tahu dan tempe Anda, sekaligus keuntungan dari menjual kedelai pada pihak lain.
Diversifikasi Horizontal
Bisnis strategi ini adalah memperluas pasar dengan menyediakan produk yang masih sejenis tetapi memiliki perbedaan pada produk utamanya. Diversifikasi ini bisa didasarkan pada target yang ingin dijangkau, misalnya ketika Anda ingin menjangkau target pasar dengan kondisi finansial yang berbeda.
Contoh dari bisnis strategi ini adalah minuman kopi. Dari satu perusahaan produsen kopi, terkadang Anda bisa mendapatkan beberapa merek kopi dengan harga yang berbeda. Hal ini bisa saja merupakan strategi yang dilakukan perusahaan untuk menjangkau target pasar dengan finansial berbeda. Jadi, untuk target konsumen dengan finansial menengah ke atas, bisa memilih merek A, tetapi untuk yang memiliki finansial menengah ke bawah, bisa memilih merek B. Apa pun merek yang dipilih konsumen, akan tetap menjadi pemasukan bagi perusahaan induknya.
Baca Juga: Cara Memulai Usaha dari Nol dan Menghindari Kegagalan
Diversifikasi Konglomerasi
Diversifikasi ini merupakan strategi bisnis yang membutuhkan biaya paling besar dibandingkan dengan jenis lainnya. Pada jenis ini, Anda akan membuat produk baru yang jauh berbeda dengan produk utama yang Anda pasarkan sebelumnya.
Misalnya saja perusahaan yang memproduksi makanan kemasan, seperti biskuit, permen, dan berbagai jenis makanan lainnya. Kemudian perusahaan ini mulai memproduksi barang lain yang tidak berkaitan dengan makanan, seperti berbagai jenis kosmetik. Namun, diversifikasi ini akan membutuhkan modal yang cukup besar, sehingga tidak semua pengusaha bisa melakukan strategi bisnis ini.
Bagi Anda yang saat ini memiliki bisnis dalam bidang makanan, fashion, maupun bidang lainnya dan berencana untuk melakukan diversifikasi bisnis untuk menjangkau pasar dengan finansial menengah ke atas, menyewa ruko di Sinsa District, Eco Town at Sawangan adalah pilihan yang tepat.
Sinsa District, Eco Town at Sawangan merupakan kawasan komersial dengan lokasi yang strategis dan dilengkapi berbagai fasilitas eksklusif. Seluruh ruko yang ada di sini juga menghadap langsung ke jalan, jadi semua tenant akan mudah terlihat oleh seluruh pengunjung yang datang ke area ini. Tertarik untuk membuka bisnis di sini, segera hubungi marketing gallery kami untuk informasi lebih lanjut.


