Rumah terasa hambar tanpa sentuhan hijau, tapi budget untuk dekorasi terbatas setelah semua pengeluaran rumah tangga. Kabar baiknya, mempercantik rumah dengan tanaman tidak harus mahal. Beberapa tanaman paling murah justru yang paling mudah dirawat dan paling tahan banting.
Tanaman Indoor Termurah dan Paling Tahan Banting
Lidah Mertua (Sansevieria)
Salah satu tanaman hias paling murah dan paling dikenal di Indonesia, harganya mulai dari Rp 10.000-30.000 untuk ukuran kecil di pot plastik standar. Lidah mertua sangat toleran terhadap kondisi minim cahaya dan jarang disiram, menjadikannya pilihan sempurna bagi yang sering lupa merawat tanaman.
Sirih Gading (Pothos)
Dengan harga mulai Rp 10.000-25.000, sirih gading adalah tanaman rambat yang sangat populer karena pertumbuhannya cepat dan perawatannya sangat mudah. Bisa ditaruh di pot gantung atau dibiarkan merambat di rak, memberikan kesan hijau yang merata di ruangan.
Lidah Buaya (Aloe Vera)
Selain murah (Rp 10.000-20.000), lidah buaya punya manfaat tambahan sebagai tanaman obat. Sangat tahan kekeringan dan cocok untuk yang baru belajar merawat tanaman.
Suplir
Tanaman dengan daun halus yang memberikan kesan rimbun dengan harga terjangkau Rp 15.000-30.000. Cocok untuk area yang teduh dan lembab seperti kamar mandi atau sudut ruangan yang minim cahaya langsung.
Kaktus Mini
Berbagai jenis kaktus mini bisa didapat dengan harga Rp 5.000-15.000 per pot. Hampir tidak butuh penyiraman rutin dan cocok untuk meja kerja atau rak yang terkena cahaya cukup.
Tanaman Outdoor Murah untuk Taman atau Carport
Bunga Kertas (Bougenville)
Dengan harga bibit mulai Rp 20.000-40.000, bougenville memberikan warna yang mencolok dan tahan terhadap kondisi panas serta kurang air. Cocok untuk pagar atau area carport yang terkena sinar matahari langsung.
Pucuk Merah
Tanaman pagar yang populer dengan harga bibit Rp 15.000-30.000 per polybag kecil. Pucuk merah tumbuh cukup cepat dan bisa dibentuk sebagai pagar hidup yang rapi dengan pemangkasan rutin.
Lili Paris
Harganya sangat murah, mulai Rp 5.000-15.000 per pot, dan sangat mudah berkembang biak sehingga satu tanaman bisa “menghasilkan” beberapa tanaman baru dalam waktu singkat melalui anakan yang muncul.
Cara Menghemat Lebih Jauh: Perbanyak Tanaman Sendiri
Banyak tanaman populer bisa diperbanyak sendiri tanpa biaya tambahan, menjadikan investasi awal yang kecil terus berkembang seiring waktu.
Sirih gading dan lidah mertua bisa diperbanyak melalui stek batang atau daun yang ditanam di air atau tanah lembab hingga berakar.
Lili paris secara alami menghasilkan anakan yang bisa dipisahkan dan ditanam ulang sebagai tanaman baru.
Lidah buaya menghasilkan tunas anakan di sekitar tanaman induk yang bisa dipindahkan ke pot terpisah.
Dengan strategi ini, membeli 3-5 tanaman awal dengan budget Rp 50.000-100.000 bisa berkembang menjadi belasan tanaman dalam setahun tanpa biaya tambahan.
Pot dan Wadah Murah
Jangan lupa bahwa pot juga bisa menjadi biaya tambahan yang signifikan jika tidak diperhatikan. Beberapa solusi hemat: pot plastik standar (Rp 3.000-15.000) jauh lebih murah dari pot keramik atau terakota. Kaleng atau wadah bekas yang dicat ulang bisa menjadi pot dekoratif dengan biaya hampir nol. Dan botol plastik bekas yang dipotong bisa digunakan untuk tanaman gantung kecil seperti sirih gading.
Tips Merawat Tanaman Murah Agar Tidak Mudah Mati
Pelajari kebutuhan cahaya masing-masing tanaman sebelum membeli, jangan beli tanaman yang butuh sinar penuh untuk ditaruh di sudut gelap rumah. Jangan terlalu sering menyiram, ini adalah penyebab kematian tanaman paling umum bagi pemula. Sebagian besar tanaman indoor hanya butuh disiram 1-2 kali seminggu. Dan bersihkan debu di daun secara berkala agar tanaman bisa berfotosintesis dengan optimal.
Estimasi Budget Menghijaukan Rumah
Untuk dekorasi indoor sederhana dengan 5-8 tanaman: Rp 100.000-250.000. Untuk taman kecil depan rumah dengan kombinasi tanaman hias dan ground cover: Rp 300.000-800.000. Dengan strategi perbanyakan sendiri, koleksi tanaman bisa berkembang signifikan dalam 1-2 tahun tanpa biaya tambahan yang berarti.
Untuk yang tinggal di hunian baru dengan ruang yang lebih terencana untuk taman, seperti di Hannam Ecotown Sawangan yang sudah mengintegrasikan elemen hijau dalam masterplan kawasan, menambahkan tanaman pribadi di area rumah menjadi pelengkap yang harmonis dengan konsep liveable city yang diusung kawasan tersebut.
Baca juga: Inspirasi Dapur Modern Minimalis: Desain yang Fungsional dan Tidak Cepat Bosan
Frequently Asked Questions (FAQ) Tanaman Rumah Low Budget:
1. Tanaman apa yang paling murah dan paling mudah dirawat?
Lidah mertua dan sirih gading adalah dua pilihan termurah (mulai Rp 10.000) yang juga paling toleran terhadap kelalaian perawatan. Keduanya bisa bertahan meski jarang disiram dan minim cahaya.
2. Di mana tempat membeli tanaman murah?
Pasar tanaman tradisional biasanya menawarkan harga paling murah dibanding toko tanaman modern. Marketplace online juga menjadi pilihan dengan harga kompetitif, terutama untuk pembelian dalam jumlah banyak.
3. Apakah tanaman murah kualitasnya lebih buruk dari yang mahal?
Tidak selalu. Harga tanaman lebih dipengaruhi oleh ukuran, kelangkaan jenis, dan tingkat perawatan yang sudah dilakukan penjual, bukan kualitas genetik tanaman itu sendiri. Tanaman murah berukuran kecil bisa tumbuh sama baiknya dengan perawatan yang tepat.


