Banyak orang fokus pada lokasi, harga, dan desain rumah, tapi lupa mengecek status sertifikatnya. Padahal, hal ini justru sangat penting karena berhubungan langsung dengan hak kepemilikan properti.
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul saat membeli rumah adalah soal perbedaan SHM dan SHGB. Sekilas terdengar mirip, tapi keduanya punya arti dan implikasi yang cukup berbeda.
Kalau Anda sedang mencari rumah atau berencana investasi properti, memahami perbedaan dua jenis sertifikat ini bisa membantu Anda mengambil keputusan yang lebih aman dan matang.
Apa Itu SHM?
SHM adalah singkatan dari Sertifikat Hak Milik. Ini merupakan bentuk kepemilikan tertinggi atas tanah di Indonesia.
Jika sebuah rumah atau tanah berstatus SHM, artinya pemilik memiliki hak penuh atas properti tersebut. Sertifikat ini tidak memiliki batas waktu dan dapat diwariskan, dijual, atau dialihkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Karena statusnya paling kuat, properti dengan SHM biasanya lebih diminati oleh pembeli.
Apa Itu SHGB?
SHGB adalah singkatan dari Sertifikat Hak Guna Bangunan. Sertifikat ini memberikan hak kepada pemegangnya untuk mendirikan dan menggunakan bangunan di atas tanah tersebut dalam jangka waktu tertentu.
Berbeda dengan SHM, SHGB memiliki masa berlaku yang terbatas dan perlu diperpanjang sesuai aturan yang berlaku.
Status SHGB cukup umum ditemukan pada rumah di kawasan perumahan, apartemen, maupun properti komersial.
Perbedaan Utama SHM dan SHGB
Perbedaan paling mendasar terletak pada status hak atas tanahnya.
SHM memberikan hak milik penuh atas tanah dan bangunan, sedangkan SHGB hanya memberikan hak untuk menggunakan atau mendirikan bangunan di atas tanah dalam jangka waktu tertentu.
Selain itu, dari sisi nilai pasar, properti dengan SHM biasanya dianggap lebih menarik karena memberikan rasa aman yang lebih tinggi bagi pembeli.
Sementara itu, properti SHGB tetap bisa menjadi pilihan yang baik, asalkan Anda memahami status dan masa berlakunya.
Sedang Mencari Rumah dengan Proses Pembelian yang Jelas?
Jika Anda sedang mempertimbangkan membeli rumah di kawasan yang berkembang dengan proses pembelian yang transparan, Anda bisa melihat pilihan hunian di Hannam Ecotown maupun Sinsa Ecotown
Untuk informasi lebih detail mengenai spesifikasi unit, harga, dan proses pembelian, Anda dapat menghubungi tim melalui halaman kontak resmi Ecotown.
Memahami rincian biaya sejak awal akan membantu Anda merencanakan pembelian rumah dengan lebih matang.
Apakah SHGB Bisa Diubah Menjadi SHM?
Salah satu hal yang sering ditanyakan adalah apakah SHGB bisa diubah menjadi SHM. Dalam beberapa kondisi, jawabannya bisa.
Namun, proses ini tetap bergantung pada status tanah, jenis properti, serta ketentuan yang berlaku. Karena itu, penting untuk mengecek langsung detail legalitas properti sebelum membeli.
Jika Anda membeli rumah dari developer, jangan ragu untuk menanyakan kemungkinan perubahan status ini sejak awal.
Mana yang Lebih Baik untuk Membeli Rumah?
Secara umum, SHM memang lebih unggul dari sisi kepemilikan. Namun, bukan berarti properti dengan SHGB selalu kurang baik.
Banyak rumah di kawasan perumahan yang dijual dengan status SHGB dan tetap layak dipertimbangkan, terutama jika legalitasnya jelas dan lokasinya strategis.
Yang paling penting bukan hanya memilih SHM atau SHGB, tetapi memastikan semua dokumen properti valid dan proses pembeliannya transparan.
Sebelum membeli rumah, jangan hanya terpikat tampilan fisik atau harga promo. Status sertifikat bisa menentukan rasa aman Anda dalam jangka panjang.
Baca juga: Cara Cek Legalitas Perumahan Biar Nggak Ketipu Developer Nakal
Frequently Asked Questions (FAQ) Perbedaan SHM dan SHGB:
1. Apa beda utama SHM dan SHGB?
SHM memberikan hak milik penuh atas tanah, sedangkan SHGB hanya memberikan hak menggunakan atau mendirikan bangunan dalam jangka waktu tertentu.
2. Apakah rumah SHGB aman untuk dibeli?
Aman, selama legalitasnya jelas, masa berlaku sertifikat masih aktif, dan dokumen properti lengkap.
3. Apakah SHGB bisa dijual?
Bisa. Properti dengan status SHGB tetap dapat diperjualbelikan sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Mana yang lebih bagus, SHM atau SHGB?
SHM umumnya lebih unggul karena memberikan hak kepemilikan penuh, tetapi SHGB tetap bisa menjadi pilihan yang baik jika legalitasnya jelas.


