Seseorang yang pindah dari Jakarta ke Depok lima tahun lalu membeli rumah tipe 45 seharga Rp 450 juta. Tahun ini tetangganya menjual unit serupa seharga Rp 780 juta dan langsung laku dalam dua minggu. Kenaikan 73% dalam lima tahun, jauh di atas rata-rata inflasi dan instrumen investasi konservatif lainnya.
Tapi tidak semua kawasan Depok mengalami kenaikan setinggi itu. Memahami peta harga properti per kawasan adalah langkah pertama sebelum membuat keputusan beli atau jual.
Faktor yang Membentuk Harga Rumah di Depok
Sebelum masuk ke angka spesifik, penting memahami apa yang mendorong perbedaan harga antar kawasan di Depok:
Jarak ke Jakarta dan aksesibilitas. Kawasan yang lebih dekat ke Jakarta Selatan dan punya akses tol atau KRL yang mudah secara konsisten dihargai lebih tinggi. Ini yang membuat Cinere dan Limo premium dibanding Sawangan atau Bojongsari untuk ukuran properti yang setara.
Keberadaan infrastruktur baru. Pembukaan Tol Desari beberapa tahun lalu mendongkrak harga properti di koridor Antasari-Sawangan secara signifikan. Proyek Seksi 3 Desari menuju Bojonggede yang ditargetkan konstruksi 2026 akan menjadi katalis berikutnya.
Kepadatan dan ketersediaan lahan. Kawasan Depok pusat sudah sangat padat dengan sedikit ruang untuk pengembangan baru. Harganya tinggi tapi potensi kenaikannya lebih terbatas. Kawasan pinggiran seperti Sawangan dan Bojongsari masih punya lahan yang cukup dengan harga yang lebih terjangkau tapi potensi pertumbuhan lebih besar.
Kualitas fasilitas dan lingkungan. Kawasan dengan sekolah internasional, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan yang lengkap konsisten dihargai lebih tinggi.
Peta Harga Rumah per Kawasan Depok 2026
Cinere dan Limo
Salah satu kawasan paling premium di Depok berkat akses ke Tol Desari dan Tol Cijago yang memberikan konektivitas ke berbagai penjuru Jabodetabek. Lingkungannya sudah sangat berkembang dengan fasilitas lengkap.
- Rumah tapak tipe 36-45: Rp 600 juta – Rp 1 miliar
- Rumah tapak tipe 60-90: Rp 1 miliar – Rp 2,5 miliar
- Harga tanah per m²: Rp 5 juta – Rp 10 juta
Depok Pusat (Pancoran Mas, Sukmajaya)
Kawasan paling mature di Depok dengan akses ke Margonda dan berbagai fasilitas kota. Harga sudah tinggi dan pilihan properti baru sangat terbatas.
- Rumah tapak tipe 36-45: Rp 500 juta – Rp 900 juta
- Rumah tapak tipe 60-90: Rp 900 juta – Rp 2 miliar
- Harga tanah per m²: Rp 4 juta – Rp 8 juta
Beji dan Kukusan (sekitar UI)
Kawasan yang permintaannya sangat ditopang oleh komunitas Universitas Indonesia. Harga properti sangat dipengaruhi kedekatan dengan kampus.
- Rumah tapak tipe 36-45: Rp 550 juta – Rp 850 juta
- Kos-kosan dan kontrakan: harga bervariasi sangat lebar tergantung kondisi
- Harga tanah per m²: Rp 3,5 juta – Rp 7 juta
Cimanggis dan Tapos
Kawasan yang berkembang ke arah timur dengan akses ke Tol Jagorawi. Harga masih lebih terjangkau dibanding kawasan barat Depok.
- Rumah tapak tipe 36-45: Rp 350 juta – Rp 650 juta
- Rumah tapak tipe 60-90: Rp 650 juta – Rp 1,4 miliar
- Harga tanah per m²: Rp 2,5 juta – Rp 5 juta
Sawangan dan Bojongsari
Kawasan yang sedang dalam momentum pertumbuhan paling dinamis di Depok saat ini. Harga masih lebih terjangkau dari kawasan mature tapi potensi kenaikannya paling besar didukung infrastruktur Tol Desari dan berbagai proyek developer besar yang masuk.
- Rumah tapak tipe 36-45: Rp 300 juta – Rp 650 juta
- Rumah tapak tipe 60-90: Rp 600 juta – Rp 1,5 miliar
- Cluster premium (seperti Hannam Ecotown): mulai dari Rp 800 juta ke atas
- Harga tanah per m²: Rp 2 juta – Rp 5 juta
Untuk informasi harga terkini dan ketersediaan unit di kawasan Sawangan, Hannam di Ecotown Sawangan menawarkan pilihan hunian modern dengan berbagai tipe yang bisa dikonsultasikan langsung dengan tim penjualan. Untuk properti komersial, ruko Sinsa tersedia di kawasan yang sama.
Perbandingan Harga Rumah Depok vs Kota Sekitar
Untuk ukuran yang setara, harga properti di Depok secara umum:
Lebih murah 20-40% dibanding Jakarta Selatan untuk kawasan yang aksesibilitasnya setara. Setara atau sedikit lebih tinggi dari Bogor kota untuk kawasan dengan akses tol yang baik. Lebih tinggi 10-20% dari Bekasi untuk kawasan barat Depok yang aksesnya ke Jakarta lebih mudah. Sebanding atau sedikit lebih murah dari Tangerang Selatan untuk kawasan Sawangan-Cinere yang berbatasan langsung.
Tren Kenaikan Harga Properti Depok
Secara historis dalam 5 tahun terakhir, kawasan yang kenaikannya paling signifikan adalah koridor Desari (Cinere-Sawangan) yang didorong pembukaan tol, kawasan sekitar stasiun KRL yang aksesibilitasnya meningkat, dan cluster-cluster premium yang dibangun developer besar yang memberikan efek spillover ke kawasan sekitarnya.
Proyeksi ke depan, kawasan Sawangan-Bojongsari masih punya potensi kenaikan yang paling besar di antara seluruh kawasan Depok, terutama seiring dengan kemajuan Seksi 3 Tol Desari.
Harga Properti Komersial di Depok
Ruko di Margonda: Rp 2 miliar – Rp 6 miliar tergantung lokasi spesifik dan kondisi bangunan.
Ruko di kawasan berkembang (Sawangan, Cimanggis): Rp 800 juta – Rp 2,5 miliar.
Kios di pusat perbelanjaan: bervariasi sangat lebar tergantung mall dan posisi unit.
Tips Membaca Harga Listing Properti di Depok
Harga listing hampir selalu lebih tinggi dari harga transaksi aktual. Rata-rata selisih antara harga listing dan harga transaksi di pasar properti Indonesia berkisar 5-15%. Gunakan harga per meter persegi lahan (bukan bangunan) sebagai metrik perbandingan yang paling objektif antar properti yang berbeda ukuran dan tipe.
Cek juga harga NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dari SPPT PBB untuk memiliki titik referensi bawah. NJOP biasanya di bawah harga pasar tapi memberikan gambaran soal bagaimana pemerintah menilai properti tersebut.
Baca juga: Tips Negosiasi Harga Rumah: Cara Dapat Harga Terbaik Tanpa Merusak Hubungan dengan Penjual
Frequently Asked Questions (FAQ) Harga Rumah di Depok:
1. Kawasan mana di Depok yang harganya paling terjangkau?
Sawangan, Bojongsari, dan bagian timur Depok seperti Tapos dan Cipayung masih menawarkan harga yang paling terjangkau di Depok. Beberapa perumahan subsidi di kawasan ini masih tersedia dengan harga di bawah Rp 200 juta.
2. Kawasan mana yang nilai investasinya paling potensial untuk 5 tahun ke depan?
Sawangan-Bojongsari adalah yang paling prospektif berdasarkan kombinasi harga yang masih kompetitif, infrastruktur yang sedang berkembang, dan masuknya developer besar ke kawasan ini. Potensi kenaikan nilainya lebih besar dibanding kawasan yang sudah mature.
3. Apakah harga properti di Depok masih akan naik?
[Medium confidence, berdasarkan tren historis dan rencana infrastruktur yang terdokumentasi] Secara fundamental, tekanan permintaan dari urbanisasi dan pertumbuhan kelas menengah, ditambah keterbatasan lahan di Jakarta yang mendorong pembangunan ke kawasan penyangga, mendukung kenaikan harga properti di Depok secara jangka panjang.
4. Berapa harga rumah subsidi di Depok?
Harga rumah subsidi di Depok mengikuti batas harga yang ditetapkan pemerintah, yang per 2025 untuk wilayah Jabodetabek berada di kisaran Rp 166 juta untuk rumah tapak. Batas ini bisa berubah sesuai kebijakan terbaru, selalu konfirmasi ke bank penyalur FLPP untuk angka terkini.
5. Bagaimana cara mengetahui apakah harga yang ditawarkan wajar?
Bandingkan dengan minimal 5 properti sejenis di radius 1 km yang sudah terjual atau sedang listing. Hitung harga per meter persegi lahan dan bandingkan dengan rata-rata kawasan. Minta juga bantuan agen properti independen atau appraiser profesional untuk penilaian yang lebih objektif.


